Tampilkan postingan dengan label Ibadah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibadah. Tampilkan semua postingan

Keutamaan Ibadah Kurban Bagi Setiap Muslim Di Dunia

Keutamaan Ibadah Kurban Bagi Setiap Muslim Di Dunia - IBADAH Utama di Hari Raya Idul Adha atau Idul Qurban adalah menyembelih hewan kurban. Demikian ditegaskan Rasulullah Saw.

Keutamaan Ibadah Kurban Bagi Setiap Muslim Di Dunia
Keutamaan Ibadah Kurban Bagi Setiap Muslim Di Dunia
Kesempatan ibadah kurban hanya setahun sekali. Selayaknya setiap Muslim bisa "menabung" untuk membeli hewan kurban dan juga mencapai pahala ataupun keutamannya yang amat besar.

rasul saw terlebih lagi mengatakan amarah kepada orang yang sanggup berkurban, tetapi tidak melaksanakannya, sebagaimana dalam hadits di dasar ini.

Hukum Ibadah Kurban

Mayoritas ulama menyatakan, hukum ibadah kurban (menyembelih kambing atau sapi) adalah Sunnah Muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan, berdasarkan hadits:

Tiga hal yang merupakan kewajiban atasku dan sunnah atas kalian adalah shalat witir, nahr (qurban), dan shala dhuha.” (HR. Ahmad, Hakim, dan Daruquthni).

Barangsiapa yang memiliki kelonggaran dan tidak mau berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

Ibadah kurban bisa dikatakan "mendekati wajib" bagi mereka yang mampu atau berkelimpahan rezeki, tersirat dari hadits di atas, sampai-sampai Nab Saw mengatakan "jangan mendekati tempat shalat kami".

Kurban Amalan Paling Disukai Allah SWT

Kurban adalah amalan yang paling dicintai Allah SWT pada saat Idul Adha.

Tidak ada suatu amal anak Adam pada hari raya qurban yang lebih dicintai Allah selain menyembelih hewan qurban.” (HR. Tirmidzi).

Menyembelih hewan pada hari raya qurban, aqiqah (setelah mendapat anak), dan hadyu (ketika haji), lebih utama daripada shadaqah yang nilainya sama.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan At-Tirmidzi).

ibadah kurban memiliki hikmah buat mensterilkan hati supaya jadi lahan yang produktif buat tumbuhnya iman dan juga takwa.

ibadah tahunan ini bukan aja menghidupkan sunnah nabi ibrahim a. s., mendidik jiwa ke arah taqwa, mendekatkan diri kepada allah swt, menggerogoti watak tamak (serakah) dan juga mewujudkan watak murah hati, menghapuskan dosa dan juga mengharap keridhaan allah swt, tetapi pula menjalinkan ikatan kasih sayang sesama manusia.

ayo, bersiaplah ibadah kurban! tidakkah kita tergiur dengan pahala kebaikan yang terdapat di dalamnya sebagaimana ditegaskan dalam hadits berikut ini:

"Setiap satu helai rambutnya (hewan kurban) adalah satu kebaikan... Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” (HR.Ahmad dan Ibn Majah).

ayo, siapkan diri menyambut idul adha buat melakukan ibadah kurban dan juga mencapai keutamaannya. mudah-mudahan allah swt berikan kita kekokohan dan juga rezeki buat dapat berkurban. amin.. .!

Risalah Ibadah Kurban dan Akikah di Hari Raya Idul Adha

Risalah Ibadah Kurban dan Akikah di Hari Raya Idul Adha - TIAP menjelang Idul Adha atau Idul Qurban, sering muncul pertanyaan seperti "Mau berkurban, tapi belum akikah, apakah akikah dulu baru kurban atau saya bisa langsung berkurban?"

Risalah Ibadah Kurban dan Akikah di Hari Raya Idul Adha.
Risalah Ibadah Kurban dan Akikah di Hari Raya Idul Adha.
jawaban ringkas atas persoalan tersebut merupakan utamakan ibadah kurban.

alasannya, akikah itu disunahkan kepada orangtua kita waktu kita lahir, bukan kepada diri kita. bahwa orangtua dahulu waktu kita lahir tidak sanggup akikah, tidak apa-apa. namanya pula sunah, tidak berdosa tidak dilaksanakan dan juga berpahala bila dicoba.

jadi, yang terserang hukum sunah akikah itu orangtua kita. untuk kita saat ini, untuk yang sanggup, sunnahnya merupakan ibadah kurban, bukan akikah.

walaupun demikian, ulama membolehkan akikah seorang diri seusai berusia, waktu akikah dapat kapan aja, tidak wajib bulan dzulhijjah ataupun seiring dengan idul adha.

Kurban (Qurban/Udhiyah) adalah ibadah dengan menyembelih hewan kurban (domba, kambing, atau sapi) dengan niat ibadah karena Allah SWT.

Waktu penyembelihan hewan kurban adalah 4 hari, hari Iedul Adha dan tiga hari sesudahnya. Waktu penyembelihannya berakhir dengan tenggelamnya matahari di hari keempat yaitu tanggal 13 Dzulhijjah.

Akikah (Aqiqah) adalah menyembelih kambing pada hari ketujuh setelah kelahiran seorang anak. Menurut bahasa, akikah berarti pemotongan. Hukumnya sunah muakkadah bagi mereka yang mampu, bahkan sebagian ulama menyatakan wajib.

demikian pembahasan ringkas tentang risalah ibadah kurban dan juga akikah. baca pula betapa besar keutamaan dan juga pahala ibadah kurban di hari idul adha.

Hukum Dan Cara Membaca Al-Quran yang Benar dan Baik

Hukum Dan Cara Membaca Al-Quran yang Benar dan Baik - AL-QURAN adalah kitab suci umat islam. wahyu allah yang sudah terhimpun dalam mushaf al-quran itu merupakan pedoman hidup umat islam sekalian sumber utama hukum islam.

Dalam al-quranlah allah membagikan perintah dan juga larangan. al-quran berisi petunjuk untuk orang-orang yang beriman dan juga bertaqwa.

Jika seorang Muslim tidak membaca Al-Quran, bagaimana ia tahu larangan dan perintah Allah?

Hukum Dan Cara Membaca Al-Quran yang Benar dan Baik
Hukum Dan Cara Membaca Al-Quran yang Benar dan Baik
tetapi, mengenali isi al-quran tidak senantiasa wajib dengan membacanya. seseorang muslim dapat mengenali isi al-quran melalui pengajian ataupun mencermati ceramah ataupun buku-buku keislaman.

Hukum Dan Cara Membaca Al-Quran yang Benar dan Baik

Lajnah Da’imah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta pernah membahas masalah hukum membaca Al-Quran ini sebagaimana dimuat dalam 70 Fatwa Fii Ihtiraamil Qur’an (edisi Indonesia: 70 Fatwa Tentang Al-Qur’an, Abu Anas Ali bin Husain Abu Luz, Penerbit Darul Haq).

lajnah da’imah lil buhuts al-ilmiah wal ifta ditanya: apakah hukum membaca al-qur’an, harus ataupun sunnah, karna kami kerap ditanya tentang hukumnya. di antara kami terdapat yang berkata kalau hukumnya tidak harus, apabila membacanya tidak kenapa dan juga bila tidak membacanya tidak apa-apa. apabila statment itu benar tentu banyak orang yang meninggalkan al-qur’an, hingga apa hukum meninggalkannya dan juga apa pula hukum membacanya?

lajnah da’imah menanggapi, yang disyariatkan bagaikan hak untuk orang islam merupakan senantiasa melindungi buat membaca al-qur’an dan juga melaksanakannya setimpal keahlian.

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَاب

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Qur’an)” (QS. al-Ankabut/29:45).

وَاتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنْ كِتَابِ رَبِّكَ
“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Tuhanmu (Al-Qur’an)” (QS. al-Kahfi/18:27).


وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ ﴿٩١﴾ وَأَنْ أَتْلُوَ الْقُرْآنَ

“Dan aku perintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang menyerahkan diri. Dan supaya aku membaca Al-Qur’an (kepada manusia)” (QS. An-Naml/27: 91-92).

Rasulullah Saw menerangkan tentang keutaman membaca Al-Quran, selain membuat seorang Muslim memahami ajarannya (Islam):

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِه

“Bacalah Al-Qur’an karena sesungguhnya dia datang memberi syafa’at bagi pembacanya di hari Kiamat” (HR Muslim).

Dalam hadits Shahih Muslim lain ditegaskan besarnya pahala membaca Al-Quran:

“Barangsiapa membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka dia mendapat satu kebaikan, sedangkan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipat, saya tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf” [HR Muslim]

dari eksplikasi di atas, hingga hukum membaca, mengerti, dan juga melakukan isi al-quran merupakan harus untuk tiap muslim karna al-quran merupakan sumber utama ajaran islam.

Cukup itu saja yang bisa saya berikan ilmu tentang Hukum Dan Cara Membaca Al-Quran yang Benar dan Baik semoga bermanfaat untuk anda.

Amalan yang Bisa Menghapus Dosa Menurut Quran dan Hadits

Amalan yang Bisa Menghapus Dosa Menurut Quran dan Hadits - manusia tidak lepas dari khilaf sampai-sampai kerap berbuat dosa (melanggar ketentuan allah swt). pepatah arab berkata, al-insanu mahalul khoto wan nisyan, manusia itu tempatnya salah dan juga kurang ingat

tidak terdapat manusia yang sempurna kecuali nabi muhammad saw yang mempunyai budi pekerti yang agung (khuluqin adzim), teladan yang baik (uswatun hasanah), dan juga dilindungi oleh allah dari perbuatan dosa (mashum).
Amalan yang Bisa Menghapus Dosa Menurut Quran dan Hadits
Amalan yang Bisa Menghapus Dosa Menurut Quran dan Hadits

Pengertian Dosa dalam Islam

dosa merupakan konsep islam merupakan perbuatan maksiat ataupun melanggar larangan allah swt. rasulullah saw melaporkan, dosa itu kebalikan dari perbuatan baik. dosa, sabda nabi saw, hendak membikin risau hati seseorang mukmin dan juga terasa malu bila perbuatan buruknya itu dikenal orang lain.

الْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ وَاْلإِثْمُ مَا حَاكَ فِي نَفْسِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ . [رَوَاهُ مُسْلِم]

“Kebajikan itu adalah budi pekerti yang baik, dan dosa itu adalah segala sesuatu yang menggelisahkan perasaanmu dan yang engkau tidak suka bila dilihat orang lain.” (HR. Muslim).

karna kasih-sayang-nya, allah swt maha pengampun. allah swt senantiasa berkehendak menghapus ataupun mengampuni seluruh dosa hamba-hamba-nya.

"Katakanlah! Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampunkan semua dosa” (QS. Az-Zumar:53).

Dalam sebuah Hadits Qudsi disebutkan, Allah Ta’ala berfirman:

قَالَ اللَّهُ يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِى وَرَجَوْتَنِى غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ وَلاَ أُبَالِى يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِى غَفَرْتُ لَكَ وَلاَ أُبَالِى يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِى بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتَنِى لاَ تُشْرِكُ بِى شَيْئًا لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً

”Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau menyeru dan mengharap pada-Ku, maka pasti Aku ampuni dosa-dosamu tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya dosamu membumbung tinggi hingga ke langit, tentu akan Aku ampuni, tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya seandainya engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi dalam keadaan tidak berbuat syirik sedikit pun pada-Ku, tentu Aku akan mendatangi-Mu dengan ampunan sepenuh bumi pula.” (HR. Tirmidzi).

5 Amalan Penghapus Dosa

Berikut ini 5 amalan penghapus dosa.

1. TOBAT

tobat merupakan melaporkan penyesalan, meminta ampunan kepada allah, dan juga berjanji tidak mengulangi perbuatan yang melanggar aturan-nya.

"Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (Al-Baqarah: 37).

“Dan Dialah (Allah) yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Asy-Syura: 25)

“Bahwa Allah membentangkan tangan-Nya di malam hari untuk menerima taubat orang-orang yang berbuat jelek di siang hari dan membentangkan tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat orang-orang yang berbuat jelek di malam hari sehingga matahari terbit dari arah barat.” (HR. Muslim).

“Orang yang bertaubat dari dosanya bagaikan orang yang tidak mempunyai dosa sama sekali” (HR. Ibn Majah, Sahih al-Jami’).

kiat tobat ialah dengan memanjatkan doa meminta ampunan dan juga/ataupun shalat taubat. doa amat ringkas merupakan istighfar. doa panjang antara lain sebagaimana tercantum dalam hadits shahih bukhari dan juga muslim berikut ini:


اللَّهُمَّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى ظُلْمًا كَثِيرًا وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ ، فَاغْفِرْ لِى مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ ، وَارْحَمْنِى إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ »

"Alloohumma innii zholamtu nafsii zhulman katsiiron wa laa yaghfirudz dzunuuba illa anta faghfirlii maghfirotan min 'indika warhamnii innaka antal ghofuurur rohiim"

"Ya Allah, sungguh aku telah menzhalimi diriku sendiri dengan kezhaliman yang banyak, sedangkan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Maka itu ampunilah aku dengan suatu pengampunan dari sisi-Mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang  (HR. Bukhari dan Muslim).

shalat tobat merupakan shalat 2 rakaat kemudian memohon ampun kepada allah swt dengan doa istighfar dalam bahasa apa aja, tercantum doa memohon ampun dalam hadits di atas.

“Tidaklah seorang hamba melakukan dosa kemudian ia bersuci dengan baik, kemudian berdiri untuk melakukan shalat dua raka’at kemudian meminta ampun kepada Allah, kecuali Allah akan mengampuninya.” Kemudian beliau membaca ayat ini: “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (HR. Tirmidzi, Abu Daud, dan  Ibnu Majah).

2. ISTIGHFAR

istighfar merupakan meminta ampun kepada allah swt dengan kalimat astaghfirullahaladzim ataupun kalimat lain yang semakna. 

"Beristighfarlah kamu kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun..." (QS. Nuh:10).

"Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat." (QS.Hud : 3).

"Barangsiapa beristighfar secara rutin, pasti Allah memberinya jalan keluar dalam kesempitan dan memberi rezeki yang tiada terhingga padanya." (HR. Abu Daud).

3. SEDEKAH

sedekah ialah menyisihkan sebagian harta buat menolong orang yang memerlukan (kalangan dhuafa) dan juga mendanai dakwah ataupun syiar islam.

sedekah dapat dimaksud pula dengan keluarkan harta yang tidak harus di jalur allah (tidak hanya zakat). sedekah pula meliputi dorongan nonmateri ataupun ibadah-ibadah raga nonmateri, serupa membantu orang lain dengan tenaga dan juga benak, mengarahkan ilmu, bertasbih, dan juga berdzikir.

"Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api" (HR. Tirmidzi).

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS. Al Hadid: 18).

4. SABAR MENGHADAPI MUSIBAH/UJIAN

bencana, serupa sakit, tercantum penghapus dosa, sepanjang kita bersabar dan juga tawakal kepada allah swt atas tes tersebut. 

“Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla berfirman, “Sesunguhnya apabila Aku menguji seorang hamba-Ku yang mukmin, lalu ia memuji-Ku atas ujian yang Aku timpakan kepada-Nya, maka ia bangkit dari tempat tidurnya (dalam keadaan) bersih dari dosa seperti hari ibunya melahirkannya.“ (HR. Ahmad).

Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Tidaklah seseorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah-gulanan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya”. (HR Bukhari).

Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengan dosa-dosanya”. (HR. Muslim).

Bencana senantiasa menimpa orang mukmin dan mukminah pada dirinya, anaknya dan hartanya, sehingga ia berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak ada kesalahan pada dirinya” (HR. Tirmidzi, Ahmad, Al-Hakim, Ibnu Hibban).

Sesungguhnya Allah benar-benar akan menguji hamba-Nya dengan penyakit, sehingga ia menghapuskan setiap dosa darinya”. (HR. Al-Hakim).

Tidaklah seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, melainkan ditetapkan baginya dengan sebab itu satu derajat dan dihapuskan pula satu kesalahan darinya”. (HR. Muslim).

Janganlah kamu mencaci-maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan menghapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi”. (HR. Muslim).

5. MELAKUKAN AMAL KEBAIKAN

amal kebaikan (amal saleh), serupa mengerjakan ibadah harus (shalat, zakat, puasa, haji) dan juga ibadah sunah serupa shalat malam, pula membantu sesama, senyum (mengasyikkan orang lain), membaca al-quran, berkata-kata yang baik, menyempurnakan wudhu, mampu menghapuskan dosa.

"Sesungguhnya kebaikan itu menghapuskan keburukan, yang demikian itu adalah peringatan bagi orang orang yang ingat." (QS. Hud:114).

Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan: "Sesungguhnya melakukan kebaikan itu menghapuskan dosa dosa silam".

Rasulullah Saw bersabda: "Dan ikutilah keburukan itu dengan kebaikan kerana (pahala) kebaikan itu dapat menghapuskan (dosa) keburukan". (HR. Ahmad, Tirmidzi, Hakim, dan Tabrani).

“Bertakwalah kepada Allah di mana pun kamu berada, ikutilah kejelekan dengan kebaikan yang menghapusnya dan bergaullah dengan sesama manusia dengan akhlak (perangai/perilaku) yang baik.” (HR. At-Tirmidzi dan Ahmad).

“Shalat lima waktu dan Jum’at ke Jum’at dan Ramadhan ke Ramadhan adalah penghapus dosa di antara keduanya selama dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim).

“Hendaklah kalian shalat malam, kerana ia adalah adat orang yang salih sebelum kalian dan amalan yang mendekatkan diri kepada Rabb kalian serta penghapus kesalahan dan mencegah dosa-dosa.” (HR. Al-Hakim).

“Sesungguhnya termasuk sebab mendapatkan ampunan adalah memberikan salam dan berkata baik.” (HR. Al-Kharaithi)

“Mahukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang dapat menghapus dosa dan mengangkat darajat. Mereka menjawab: ya, wahai Rasulullah. Beliau berkata: sempurnakan wudhu’ ketika masa sulit dan memperbanyak langkah ke masjid serta menunggu solat satu ke solat yang lain, kerana hal itu adalah ribath.” (HR. Muslim dan At-Tirmidzi).

Apakah kalian sudah jelas dengan artikel tentang Amalan yang Bisa Menghapus Dosa Menurut Quran dan Hadits, jadi kalian bisa memprakteknya dengan cara yang baim dan jangan mengulangi lagi perbuatan yang telah kalian lakukan itu.

Sampai sdisini dulu artikel saya tentang Amalan yang Bisa Menghapus Dosa Menurut Quran dan Hadits, semoga ini bisa sangan membantu dan bermanfaat untuk kalian.

Hal yang Di Ajarkan Dalam Islam Selain Rajin Ibadah

Hal yang Di Ajarkan Dalam Islam Selain Rajin Ibadah - giat ibadah aja, dalam penafsiran ibadah mahdhoh, tidak cukup buat jadi muslim yang baik.

islam mengarahkan umatnya tentang penyeimbang ikatan dengan allah swt (hablum minallah) dan juga ikatan dengan sesama manusia (hablum minan nas).

seseorang muslim tidak cukup giat shalat, dzikir, baca quran, dan juga ibadah ritual yang lain.

dia wajib pula menjalakan ikatan harmonis dengan orang lain --tetangga, rekan kerja, teman, saudara, dan juga terlebih lagi yang tidak diketahui.

Hal yang Di Ajarkan Dalam Islam Selain Rajin Ibadah
Hal yang Di Ajarkan Dalam Islam Selain Rajin Ibadah
ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوا إِلَّا بِحَبْلٍ مِنَ اللَّهِ وَحَبْلٍ مِنَ النَّاسِ

"Akan ditimpakan kehinaan kepada mereka kecuali mereka menjalin hubungan baik dengan Allah dan dengan sesama manusia" (QS. Ali Imran 3: 112).

dalam suatu hadits shahih tentang amal sholih (kebaikan), dari 7 tipe amal baik yang disebutkan rasulullah saw, 5 di antara lain berkaitan dengan hablum minannas ataupun interaksi sosial. baca: islam ajarkan umatnya hirau sesama.

Hal yang Di Ajarkan Dalam Islam Selain Rajin Ibadah

perihal itu menampilkan, muslim yang baik bukan cuma giat ibadah ritual, tetapi pula suka ibadah sosial. dalam sebutan terkenal diketahui dengan kesalehan sosial, ialah kebaikan perilaku terhadap sesama.

Bahkan Rasululullah Saw menegaskan: 

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

"Kaum mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya" (H.R. Ahmad dan Tirmidzi).

Dalam Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali mengutip sebuah kisah menarik. Pada zaman Nabi Saw, ada seorang wanita yang rajin beribadah, puasa dan shalat malam, namun oleh Rasul Saw ia digolongkan sebagai ahli neraka (Hiya Fin Nar) karena hubungan dengan manusianya jelek alias berakhlak buruk --suka menyakiti tetangga dengan lisannya.

cerita menarik yang lain merupakan tentang ratusan ribu orang tidak diterima ibadah hajinya, kecuali terdapat satu orang tukang sepatu bernama muwaffaq dari damsyik (damaskus), yang tidak dapat berangkat haji, akan tetapi hajinya diterima.

muwaffaq tidak berangkat haji, akan tetapi allah mencatatnya telah berhaji. diriwayatkan, sesungguhnya dia sudah bernazar buat berangkat ibadah haji. dia memiliki bekal sebesar 300 dirham atas jasanya menambal sepatu seorang.

dengan beberapa duit tersebut, muwaffaq bernazar buat berangkat berhaji, dia terasa pribadinya telah sanggup berangkat haji. akan tetapi, saat sebelum hasrat itu terlaksana, dia mengalami rumah tetangganya yang ditempati kanak-kanak yatim tengah hadapi kesusahan santapan.

duit 300 dirham simpanannya, yang rencananya dipakai buat pengeluaran ibadah haji, dikasih kepada tetangganya tersebut supaya dapat dibelanjakan untuk kanak-kanak yatim di situ. sedekah muwaffaq dinilai bagaikan ibadah haji oleh allah swt.

Orang Bangkrut di Akhirat

Tadzkirah lain tentang pentingnya hubungan baik dengan sesama manusia adalah peringatan Rasulullah Saw tentang orang yang bangkrut di akhirat.

Perbuatan aniaya atau perilaku buruk menyakiti orang lain akan menghilangkan pahala shalat, puasa, zakat yang sudah dikerjakan

أَتَدْرُوْنَ مَا الْمُفْلِسُ؟ قَالُوْا: الْمُفْلِسُ فِيْنَا مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ. فَقَالَ: إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ، وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا، فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ. فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ، أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ

“Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?” Mereka menjawab: “Orang yang bangkrut di kalangan kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak pula memiliki harta/barang.” Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat. Namun ia juga datang dengan membawa dosa kedzaliman. Ia pernah mencerca si ini, menuduh tanpa bukti terhadap si itu, memakan harta si anu, menumpahkan darah orang ini dan memukul orang itu. Maka sebagai tebusan atas kedzalimannya tersebut, diberikanlah di antara kebaikannya kepada si ini, si anu dan si itu. Hingga apabila kebaikannya telah habis dibagi-bagikan kepada orang-orang yang didzaliminya sementara belum semua kedzalimannya tertebus, diambillah kejelekan/ kesalahan yang dimiliki oleh orang yang didzaliminya lalu ditimpakan kepadanya, kemudian ia dicampakkan ke dalam neraka.” (HR Muslim).

Karenanya, Rasulullah Saw juga menganjurkan meminta kehalalan (minta maaf) selama di dunia.

مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لأَخِيْهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ قَبْلَ أَنْ لاَ يَكُوْنَ دِيْنَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ، إِنْ كاَنَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ، وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ

“Siapa yang pernah berbuat kedzaliman terhadap saudaranya baik menyangkut kehormatan saudaranya atau perkara-perkara lainnya, maka hendaklah ia meminta kehalalan dari saudaranya tersebut pada hari ini (di dunia) sebelum (datang suatu hari di mana di sana) tidak ada lagi dinar dan tidak pula dirham (untuk menebus kesalahan yang dilakukan, yakni pada hari kiamat). Bila ia memiliki amal shalih diambillah amal tersebut darinya sesuai kadar kedzalimannya (untuk diberikan kepada orang yang didzaliminya sebagai tebusan/pengganti kedzaliman yang pernah dilakukannya). Namun bila ia tidak memiliki kebaikan maka diambillah kejelekan orang yang pernah didzaliminya lalu dipikulkan kepadanya.” (HR Bukhari).

demikian berarti ibadah sosial, tidak hanya ibadah ritual. jelas, giat ibadah ritual aja tidak cukup. islam mengarahkan penyeimbang ritual & sosial. shalat, zakat, puasa, haji, dan juga ibadah mahdhah yang lain, wajib diimbangi dengan kebaikan kepada sesama.