Tampilkan postingan dengan label Muamalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muamalah. Tampilkan semua postingan

Bahaya Uang Dan Makanan Hasil Menipu Atau Hasil Haram

Bahaya Uang Dan Makanan Hasil Menipu Atau Hasil Haram - ARTIKEL soal duit dan juga santapan haram ini ditulis sehabis admin berulang kali menciptakan data di media sosial tentang penipuan kasir minimarket, pungli polisi, penipuan isi bbm di spbu, dan juga sebagainya.

para kasir, polisi, petugas spbu yang melaksanakan penipuan dan juga/pungli tersebut sama aja dengan pencuri dengan hukuman potong tangan dalam islam.

Bahaya Uang & Makanan Haram
duit yang didapat dari hasil menipu, berdusta, mencuri, merampok, korupsi, dan juga cara-cara tidak halal yang lain, jelas berstatus haram. santapan, minuman, dan juga baju yang dibeli oleh duit tersebut juga jadi haram pula, karna sumbernya yang haram.

Bahaya Uang Dan Makanan Hasil Menipu Atau Hasil Haram

apa dampaknya bila komsumsi duit dan juga santapan haram?

secara ringkas, akibat memperoleh dan juga memakai duit hasil menipu dan juga mencuri a. l. doa tidak terkabul, hati jadi keras, anak dan juga istri yang ikut mengkonsumsinya juda terserang akibat (keras hati), dan juga tentu terdapat adzab allah swt yang lain.

yang jelas, duit dan juga santapan/minuman haram tidak berkah dan juga cuma hendak mendatangkan dosa dan juga malapetaka, kilat ataupun lelet.

“Setiap daging yang tumbuh dari yang haram maka neraka lebih pantas untuk menyentuhnya” (HR Tirmidzi)
 

ALKISAH, seorang pengembara berjalan tertatih-tatih. Kelelahan tampak pada raut muka dan rambutnya yang tak teratur dan penuh debu, menandakan ia telah menempuh perjalanan jauh.

Merasa tanpa daya lagi, ia menengadahkan tangannya ke langit, berdoa untuk memohon pertolongan Allah SWT. Terucap dari mulutnya: "Ya Rabbi, Ya Rabbi!"

Namun, doa sang pengembara tersebut tidak dikabulkan Allah SWT. Mengapa? “Bagaimanakah Allah akan mengabulkan doanya, sedangkan makanan, minuman, dan pakaiannya haram,” tegas Nabi Saw.

cerita yang digubah dari suatu hadits riwayat muslim, sebagaimana tercantum dalam shahih muslim itu, secara jelas mengabarkan, doa orang yang suka memakan santapan haram ataupun meminum minuman haram, dan juga mengenakan baju haram, ditolak oleh allah swt (mardud).

pesan yang bakal di informasikan hadits di atas, tentu aja bukan semata supaya kita memakan, meminum, dan juga mengenakan benda halal biar doa kita makbul.

doa tidak terkabul lantaran dalam diri seorang yang berdoa itu penuh benda haram, mengisyaratkan pula betapa tidak maslahat dan juga hinanya benda haram bila kita makan ataupun gunakan.

terlebih, dalam hadits lain rasulullah saw bersabda, tiap badan yang dibesarkan dengan kiat yang haram, hingga neraka lebih layak menurutnya.

"Makanan haram termasuk kotoran, bukan makanan yang baik," tulis Imam Al-Ghazali dalam Kitabul Arba'in fi Ushuliddin.

Haram dikategorikan ke dalam dua macam: haram lizatihi dan haram li'ardihi.
  • haram lidzatihi merupakan perbuatan yang diresmikan haram semenjak semula, karna secara tegas memiliki mafsadat (kehancuran), serupa berzina, mencuri, meminum khamar, memakan daging babi, riba, dan juga memakan harta anak yatim (q. s. al-anam: 151, al-maidah: 90 dan juga 96, al-baqarah: 228, al-isra: 32, an-nisa: 10).
  • haram liardhihi merupakan perbuatan yang pada mulanya tidak diharamkan, setelah itu diresmikan haram karna terdapat karena lain yang tiba dari luar. semisal, shalat dengan baju hasil tipuan ataupun bersedekah dengan harta hasil mencuri.
islam menggariskan, umatnya wajib senantiasa komsumsi benda halalan thayiba (halal lagi baik) dan juga kiat mendapatkannya pula wajib halal.

benda haram --seperti daging babi-- lazimnya umat islam menghindarinya. tetapi tentang kiat memperoleh rezeki halal, banyak umat yang mengabaikannya.

sementara itu, benda halal juga bila didapat dengan kiat haram, serupa pencurian, penipuan, korupsi, suap, dan juga sebagainya, hingga benda itu juga haram disantap.

Di akhirat nanti, kepemilikan dan penggunaan harta kekayaan akan dimintai pertanggungjawabannya dari berbagai arah:
  • Dari mana didapatkan
  • Bagaimana mendapatkannya
  • Digunakan untuk apa 
bila harta didapat dari sumber halal, kiat halal, tetapi penggunaannya melanggar ketentuan allah, ataupun dipakai di jalur selain-nya, hingga keharaman jatuh atas pemakaian.

bila sumber halal, pemakaian halal, tetapi kiat mendapatkannya tidak halal, hingga haram jatuh atas kiat memperoleh harta tersebut. begitu seterusnya.

demikianlah, kehati-hatian kita dalam memperoleh harta ataupun santapan, dibutuhkan absolut. supaya darah-daging kita bebas dari benda haram. kehalalan sumber, kiat, dan juga pemakaian wajib senantiasa dilindungi, supaya rezeki yang kita miliki memiliki berkah dan juga menyelamatkan kita dunia-akhirat.

mudah-mudahan kita dijauhkan dari cara-cara licik, menipu, mencuri, ataupun kiat tidak halal yang lain dalam memperoleh duit, harta, ataupun rezeki. supaya kita terhindari dari ngerinya akibat mendapatkan dan juga memakai duit haram. amin.. .!

oknum kasir dan juga petugas spbu yang melaksanakan penipuan; oknum polisi yang suka pungli dan juga duit damai; politisi dan juga pejabat yang doyan korupsi; begal dan juga penjahat yang lain yang suka mencuri dan juga merampok; mudah-mudahan lekas disadarkan dan juga tobat, saat sebelum kematian seram dan juga adzab besar menyerang.

Apakah kalian sudah jelas dengan artikel di atas, semoga artikel saya tentang Bahaya Uang Dan Makanan Hasil Menipu Atau Hasil Haram bemanfaat untuk kalian.

Hal yang Di Ajarkan Dalam Islam Selain Rajin Ibadah

Hal yang Di Ajarkan Dalam Islam Selain Rajin Ibadah - giat ibadah aja, dalam penafsiran ibadah mahdhoh, tidak cukup buat jadi muslim yang baik.

islam mengarahkan umatnya tentang penyeimbang ikatan dengan allah swt (hablum minallah) dan juga ikatan dengan sesama manusia (hablum minan nas).

seseorang muslim tidak cukup giat shalat, dzikir, baca quran, dan juga ibadah ritual yang lain.

dia wajib pula menjalakan ikatan harmonis dengan orang lain --tetangga, rekan kerja, teman, saudara, dan juga terlebih lagi yang tidak diketahui.

Hal yang Di Ajarkan Dalam Islam Selain Rajin Ibadah
Hal yang Di Ajarkan Dalam Islam Selain Rajin Ibadah
ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوا إِلَّا بِحَبْلٍ مِنَ اللَّهِ وَحَبْلٍ مِنَ النَّاسِ

"Akan ditimpakan kehinaan kepada mereka kecuali mereka menjalin hubungan baik dengan Allah dan dengan sesama manusia" (QS. Ali Imran 3: 112).

dalam suatu hadits shahih tentang amal sholih (kebaikan), dari 7 tipe amal baik yang disebutkan rasulullah saw, 5 di antara lain berkaitan dengan hablum minannas ataupun interaksi sosial. baca: islam ajarkan umatnya hirau sesama.

Hal yang Di Ajarkan Dalam Islam Selain Rajin Ibadah

perihal itu menampilkan, muslim yang baik bukan cuma giat ibadah ritual, tetapi pula suka ibadah sosial. dalam sebutan terkenal diketahui dengan kesalehan sosial, ialah kebaikan perilaku terhadap sesama.

Bahkan Rasululullah Saw menegaskan: 

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

"Kaum mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya" (H.R. Ahmad dan Tirmidzi).

Dalam Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali mengutip sebuah kisah menarik. Pada zaman Nabi Saw, ada seorang wanita yang rajin beribadah, puasa dan shalat malam, namun oleh Rasul Saw ia digolongkan sebagai ahli neraka (Hiya Fin Nar) karena hubungan dengan manusianya jelek alias berakhlak buruk --suka menyakiti tetangga dengan lisannya.

cerita menarik yang lain merupakan tentang ratusan ribu orang tidak diterima ibadah hajinya, kecuali terdapat satu orang tukang sepatu bernama muwaffaq dari damsyik (damaskus), yang tidak dapat berangkat haji, akan tetapi hajinya diterima.

muwaffaq tidak berangkat haji, akan tetapi allah mencatatnya telah berhaji. diriwayatkan, sesungguhnya dia sudah bernazar buat berangkat ibadah haji. dia memiliki bekal sebesar 300 dirham atas jasanya menambal sepatu seorang.

dengan beberapa duit tersebut, muwaffaq bernazar buat berangkat berhaji, dia terasa pribadinya telah sanggup berangkat haji. akan tetapi, saat sebelum hasrat itu terlaksana, dia mengalami rumah tetangganya yang ditempati kanak-kanak yatim tengah hadapi kesusahan santapan.

duit 300 dirham simpanannya, yang rencananya dipakai buat pengeluaran ibadah haji, dikasih kepada tetangganya tersebut supaya dapat dibelanjakan untuk kanak-kanak yatim di situ. sedekah muwaffaq dinilai bagaikan ibadah haji oleh allah swt.

Orang Bangkrut di Akhirat

Tadzkirah lain tentang pentingnya hubungan baik dengan sesama manusia adalah peringatan Rasulullah Saw tentang orang yang bangkrut di akhirat.

Perbuatan aniaya atau perilaku buruk menyakiti orang lain akan menghilangkan pahala shalat, puasa, zakat yang sudah dikerjakan

أَتَدْرُوْنَ مَا الْمُفْلِسُ؟ قَالُوْا: الْمُفْلِسُ فِيْنَا مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ. فَقَالَ: إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ، وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا، فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ. فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ، أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ

“Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?” Mereka menjawab: “Orang yang bangkrut di kalangan kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak pula memiliki harta/barang.” Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat. Namun ia juga datang dengan membawa dosa kedzaliman. Ia pernah mencerca si ini, menuduh tanpa bukti terhadap si itu, memakan harta si anu, menumpahkan darah orang ini dan memukul orang itu. Maka sebagai tebusan atas kedzalimannya tersebut, diberikanlah di antara kebaikannya kepada si ini, si anu dan si itu. Hingga apabila kebaikannya telah habis dibagi-bagikan kepada orang-orang yang didzaliminya sementara belum semua kedzalimannya tertebus, diambillah kejelekan/ kesalahan yang dimiliki oleh orang yang didzaliminya lalu ditimpakan kepadanya, kemudian ia dicampakkan ke dalam neraka.” (HR Muslim).

Karenanya, Rasulullah Saw juga menganjurkan meminta kehalalan (minta maaf) selama di dunia.

مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لأَخِيْهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ قَبْلَ أَنْ لاَ يَكُوْنَ دِيْنَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ، إِنْ كاَنَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ، وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ

“Siapa yang pernah berbuat kedzaliman terhadap saudaranya baik menyangkut kehormatan saudaranya atau perkara-perkara lainnya, maka hendaklah ia meminta kehalalan dari saudaranya tersebut pada hari ini (di dunia) sebelum (datang suatu hari di mana di sana) tidak ada lagi dinar dan tidak pula dirham (untuk menebus kesalahan yang dilakukan, yakni pada hari kiamat). Bila ia memiliki amal shalih diambillah amal tersebut darinya sesuai kadar kedzalimannya (untuk diberikan kepada orang yang didzaliminya sebagai tebusan/pengganti kedzaliman yang pernah dilakukannya). Namun bila ia tidak memiliki kebaikan maka diambillah kejelekan orang yang pernah didzaliminya lalu dipikulkan kepadanya.” (HR Bukhari).

demikian berarti ibadah sosial, tidak hanya ibadah ritual. jelas, giat ibadah ritual aja tidak cukup. islam mengarahkan penyeimbang ritual & sosial. shalat, zakat, puasa, haji, dan juga ibadah mahdhah yang lain, wajib diimbangi dengan kebaikan kepada sesama.

Beberapa Kewajiban Seorang Muslim terhadap Agamanya yang Benar

Beberapa Kewajiban Seorang Muslim terhadap Agamanya yang Benar - Secara harfiyah, muslim merupakan orang yang beragama islam. karakteristik utamanya merupakan yakin dan juga percaya allah swt bagaikan tuhan yang berhak disembah dan juga ditaati dan percaya muhammad saw merupakan utusan-nya.

Dalam keseharian, karakteristik seseorang muslim itu merupakan melangsungkan ibadah shalat, bagaikan pembeda utama antara umat islam dengan kalangan non-muslim, dan juga mengamalkan ajaran islam yang lain.

Shalat merupakan simbol kepasrahan dan juga ketaan kepada allah swt. dalam shalat kita berdialog, menyembah, mengagungkan allah swt, dan juga melaporkan siap menaati perintah-nya.

Beberapa Kewajiban Seorang Muslim terhadap Agamanya yang Benar
Beberapa Kewajiban Seorang Muslim terhadap Agamanya yang Benar
Dalam salah satu teks harus shalat, ialah qs al-fatihah, seseorang muslim melaporkan "iyyaka nabudu wa iyyaka nastain" yang Artinya adalah : hanya kepada-mu kami mengabdi (menyembah) dan juga cuma kepada-mu kami meminta.

Lima Kewajiban seorang Muslim terhadap Agamanya

kewajiban seseorang muslim terhadap agamanya (islam), setela mengimani ataupun meyakini kebenaran segala ajaran islam, bukan semata-mata mengerti dan juga mengamalkan, tetapi pula wajib menyebarkan, melindungi, dan membela nama baiknya.

mengacu kepada qs. al-ashr, kh endang saifuddin anshary dalam bukunya, kuliah al-islam (pustaka salman, bandung, 1980), mengatakan, paling tidak terdapat 5 kewajiban kalangan muslim terhadap agamanya (islam), ialah mengimani islam, mendalami ilmunya, mengamalkannya, mendakwahkannya, dan juga membelanya.
  1. Iman -- yakin sepenuh hati bahwa Islam yang terbaik dan paling benar.
  2. Ilmu -- mempelajari dan memahami ajaran Islam secara keseluruhan.
  3. Amal -- mengamalkan ajaran Islam seoptimal mungkin (mastatho'tum)
  4. Dakwah -- menyebarkan kebenaran agama Islam kepada orang lain.
  5. Jihad -- menjaga kehormatan dan membela nama baik Islam dan kaum Muslim. 
Dakwah dan juga jihad (membela islam) tidak mesti senantiasa dengan terjun langsung, serupa para dai dan juga mujahid di medan juang, tetapi pula dengan menolong persiapan dan juga sokongan moral & material/dana kepada lembaga-lembaga dakwah dan juga jihad fi sabilillah.
“Barangsiapa yang membantu orang yang berjuang, maka sesungguhnya dia telah berjuang. Dan barangsiapa yang menanggung keluarganya dengan kebaikan, maka sesungguhnya dia telah berperang” (HR Bukhari & Muslim).

Berjuang mendakwahkan dan membela Islam bisa dilakukan dengan ragam cara, dengan harta, jiwa, juga lisan.

"Perangilah orang-orang musyrik dengan harta kalian, jiwa kalian dan lisan kalian" (HR Abu Daud dan Al-Hakim dari Anas).

Penisataan, pelecehan, ataupun penghinaan terhadap islam terus dicoba orang-orang kafir, semenjak era nabi muhammad saw. umat islam yang betul-betul dengan kemuslimannya, tanpa dikomando hendak bangkit membela nama baik agama yang dianutnya (islam).

Bila terdapat seseorang muslim yang tidak bereaksi apa-apa dikala terdapat yang menghina islam ataupun melecehkan al-quran, hingga pantas dipertanyakan kemuslimannya.

Aksi bela islam, dalam wujud apa juga yang sejalan dengan nilai-nilai dan juga adab islam, menggambarkan penggalan dari kewajiban seseorang muslim terhadap agamanya (islam).

Cukup Itulah yang bisa saya jelaskan tentang Kewajiban Seorang Muslim terhadap Agamanya yang harus kalian tahu. Semoga artikel ini Bermanfaat untuk anda.

Risalah Islam Perintahkan Umatnya Jaga Kelestarian Lingkungan Alam

Risalah Islam Perintahkan Umatnya Jaga Kelestarian Lingkungan Alam - Risalah islam itu ramah area. allah swt memerintahkan umatnya melindungi kelestarian area alam, gemar menanam tumbuhan.

terlebih lagi, dalam kondisi perang sekalipun islam melarang umatnya menebang tumbuhan ataupun mengganggu bangunan.

al-quran menegaskan, bencara alam serupa banjir dan juga longsor dan kekeringan dan juga krisis air bersih, menggambarkan akibat perbuatan manusia yang mengganggu area, serupa menebang tumbuhan, menggunduli hutan, membuang limbah ke sungai, dan juga alih guna lahan (membikin bangunan di wilayah resapan air).

Risalah Islam Perintahkan Umatnya Jaga Kelestarian Lingkungan Alam
Risalah Islam Perintahkan Umatnya Jaga Kelestarian Lingkungan Alam
Selain merupakan akibat dan adzab, bencana juga diturunkan Allah SWT sebagai pengingat (tadzkirah) agar kaum Muslim kembali ke jalan yang benar.

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ


"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supaya Allâh merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)" (QS. Ar-Rûm/30:41).

Dalam Tafsir Ibnu Katsîr disebutkan: “Zaid bin Râfi’ berkata, ‘Telah nampak kerusakan,’ maksudnya hujan tidak turun di daratan yang mengakibatkan paceklik dan di lautan yang menimpa binatang-binatangnya.”

Mujâhid rahimahullah mengatakan, “Apabila orang zhâlim berkuasa lalu ia berbuat zhâlim dan kerusakan, maka Allâh Azza wa Jalla akan menahan hujan karenanya, hingga hancurlah persawahan dan anak keturunan. Sesungguhnya Allâh Subhanahu wa Ta’ala tidak menyukai kerusakan.” Kemudian Mujâhid rahimahullah membacakan ayat di atas.

Ibnu Katsîr menjelaskan: “Makna firman Allâh (yang artinya) “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia,” yaitu kekurangan buah-buahan dan tanam-tanaman disebabkan kemaksiatan.

Abul ‘Aliyah berkata, “Barangsiapa berbuat maksiat kepada Allâh di muka bumi, berarti ia telah berbuat kerusakan padanya. Karena kebaikan bumi dan langit adalah dengan ketaatan. Oleh karena itu apabila nabi ‘Isa turun di akhir zaman, beliau akan berhukum dengan syariat yang suci ini pada masa tersebut.

Beliau akan membunuh babi, mematahkan salib dan menghapus jizyah (upeti) sehingga tidak ada pilihan lain kecuali masuk Islam atau diperangi. Dan di zaman itu, tatkala Allâh telah membinasakan Dajjal dan para pengikutnya serta Ya’jûj dan Ma’jûj, maka dikatakanlah kepada bumi, “Keluarkanlah berkahmu.”

Maka satu buah delima bisa dimakan oleh sekelompok besar manusia dan mereka bisa berteduh di bawah naungan kulitnya. Dan susu unta mampu mencukupi sekumpulan manusia. Semua itu tidak lain disebabkan berkah penerapan syariat Muhammad Saw (Risalah Islam).

Islam Anjurkan Umatnya Menanam Pohon
Islam memberi perhatian khusus soal menanam pohon.

مَا مِنْ مُسْلِمٍ غَرَسَ غَرْسًا فَأَكَلَ مِنْهُ إِنْسَانٌ أَوْ دَابَّةٌ إِلَّا كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ


"Muslim mana saja yang menanam sebuah pohon lalu ada orang atau hewan yang memakan dari pohon tersebut, niscaya akan dituliskan baginya sebagai pahala sedekah." (Tafsir Ath-Thabari)

Pohon yang ditanam dan bermanfat bagi lingkungan sekitar akan menjadi asset pahala bagi penanamnya sesudah mati yang akan terus mengalirkan pahala baginya.

سَبْعٌ يَجْرِي لِلعَبْدِ أَجْرُهُنَّ وَ هُوَ فِي قَبْرِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ : مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا أَوْ أَجْرَى نَهْرًا أَوْ حَفَرَ بِئْرًا أَوْ غَرَسَ نَخْلاً أَوْ بَنَى مَسْجِدًا أَوْ وَرَثَ مُصْحَفًا أَوْ تَرَكَ وَلَدًا يَسْتَغْفِرُ لََهُ بَعْدَ مَوْتِهِ .


"Tujuh perkara yang pahalanya akan terus mengalir bagi seorang hamba sesudah ia mati dan berada dalam kuburnya. (Tujuh itu adalah) orang yang mengajarkan ilmu, mengalirkan air, menggali sumur, menanam pohon kurma, membangun masjid, mewariskan mushaf atau meninggalkan anak yang memohonkan ampunan untuknya sesudah ia mati." (al-Fawâid, Ibnul Qayyim).

Dari Anas bin Malik, Rasulullah Saw bersabda :

”Tidaklah seorang muslim menanam tanaman, kemudian tanaman tersebut dimakan oleh burung, manusia ataupun binatang ternak, melainkan hal itu sudah termasuk sedekah darinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Jabir bin Abdullah, Rasulullah Saw bersabda:

“Tidaklah seorang muslim menanam tanaman kecuali yang dimakan darinya merupakan sedekah, apa yang dicuri darinya merupakan sedekah, apa yang dimakan oleh binatang buas merupakan sedekah, apa yang dimakan oleh burung merupakan sedekah, dan apa yang diambil oleh orang lain juga merupakan sedekah.” dalam lafal lain : “…Merupakan sedekah sampai akhir kiamat” (HR Muslim).

Dari Anas bin Malik, Rasulullah Saw bersabda :

“Jika kiamat terjadi dan salah seorang di antara kalian memegang bibit pohon kurma, lalu ia mampu menanamnya sebelum bangkit berdiri, hendakalah ia bergegas menanamnya.” (HR Bukhari dan Ahmad).

“Tanamlah bibit pohon yang ada di tangan mu sekarang juga, meski besok kiamat. Allah akan tetap memperhitungkan pahalanya.” 

Demikian besarnya perhatian Islam terhadap lingkungan hidup, kelestarian alam, termasuk penanaman pohon atau penghijauan.

Arti Pokemon dalam Bahasa Jepang, Inggris, dan Syriac

Arti Pokemon dalam Bahasa Jepang, Inggris, dan Syriac
SEBAGIAN masyarakat dunia kini sedang menggandrungi Pokémon (ポケモン Pokemon) --diucapkan: /ˈpoʊkeɪmɒn/). Pokemon adalah salah satu waralaba media yang dimiliki oleh perusahaan permainan video Nintendo dan diciptakan oleh Satoshi Tajiri pada 1995. 

Pada mulanya, Pokémon adalah seri permainan video yang identik dengan konsol Game Boy. Demikian data Wikipedia.

Dilansir BBC, Pokemon Go adalah game augmented reality (realitas tertambah) di ponsel pintar menggunakan Sistem Pemosisi Global (GPS). Anda bermain dengan berjalan-jalan di dunia nyata menangkap monster virtual yang menggemaskan, seperti Pikachu dan Jigglypuff, di tempat-tempat dekat lokasi ponsel Anda dan melatih mereka untuk bertanding.

Monster-monster ini pertama kali populer pada tahun 90-an ketika Nintendo Game Boy muncul.

Sebuah informasi beredar di media sosial: kata Pokemon mengandung arti “Aku Yahudi”. Disebutkan, nama Pokemon diambil dari bahasa Syriac (bahasa Suryani) yang jika dibahawa Indonesia kan berarti  "Aku Yahudi".

Bahasa Suryani atau bahasa Suriah (dalam bahasa Inggris: Syriac language),  bahasa yang saat ini dituturkan oleh kaum minoritas Kristen Siria yang tinggal di sebelah timur Turki, sebelah utara Irak dan sebelah timur laut Suriah. (Wikipedia).

Dalam pernyataan di sebuah surat kabar Amman Yordania, Gereja Kristen Syriac Orthodox membantah tuduhan bahwa Pokemon dan nama karakter lain berakar dalam bahasa Syriac kuno dan mempunyai makna menghina Islam. Para petinggi gereja mengaku terkejut dengan surat yang masuk yang menyebut bahwa Pokemon memuat ajakan Yahudi. (LA Times).

Menurut Sheikh Muhammed Salih Al-Munajjid dari situs Tanya Jawab Islam Q&A, pengertian yang benar dari Pokemon adalah singkatan dari “Pocket monster”, yaitu binatang yang cukup kecil untuk bisa masuk saku.

The correct view is that this is a name that comes from Japan. It is taken from the (English) words “Pocket monster” and means an animal that is small enough to fit in one’s pocket. “Pokemon” is an abbreviation of these two words. (Islam Q&A)

Menurt kamus bahasa Inggris Oxford, Pokemon (Pronunciation: /ˈpōkiˌmän/) adalah sebuah video game yang menampilkan karakter kartun Jepang. Aslinya, Pokemon adalah nama video game Jepang dari kata "pocket monster".

Di laman Reference, kata "Pokemon" dalam bahas Jepang berasal dari kata "Poketto" dan "Monsut" atau "Pocket Monsters" dalam bahasa Inggris. Wallahu a'lam. (www.risalahislam.com).*

Allah SWT Menyukai Hamba-Nya yang Lelah Kerja

foto burung memberi makan anaknya
JIKA Anda merasa lelah atau capek usai  bebekerja seharian dalam mencari rezeki halal, maka nikmati dan syukurilah, karena Allah SWT menyukai hamba-Nya yang bekerja keras.

"Sesungguhnya Allah Ta’ala senang melihat hamba-Nya bersusah-payah (lelah) dalam mencari rezeki yang halal." (HR. Ad-Dailami).

Bekerja atau mencari rezeki yang halal merupakan ibadah. Rasulullah Saw menegaskan, bekerja untuk mencari nafkah merupakan kewajiban (fardlu).

"Mencari rezeki yang halal adalah wajib sesudah menunaikan yang fardhu (seperti salat, puasa, dan lain-lain)" (HR ath-Thabrani dan al-Baihaqi).

Bekerja mencari nafkah dan rezeki halal dinilai sebagai salah satu bentuk jihad. Lelah karena bekerja, bahkan menjadi penggugur dosa-dosa kecil.

"Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya dan terampil (profesional atau ahli). Barangsiapa bersusah-payah mencari nafkah untuk keluarganya maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah Azza wajalla." (HR Ahmad).

"Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan dari upaya keterampilan kedua tangannya pada siang hari, maka pada malam itu ia diampuni oleh Allah" (HR Ahmad).

Seorang ayah bekerja untuk menafkahi keluarganya termasuk ibadah dan jihad. Ia melaksanakan kewajiban sebagai ayah sekaligus sebagai hamba Allah SWT.

Seorang ibu atau istri yang bekerja untuk membantu ekonomi keluarga juga termasuk ibadah dan jihad, karena ia meringankan beban suami dan bersedekah untuknya (keluarga).

Semoga kita termasuk hamba Allah pekerja keras di jalan-Nya dan mendapat keridhaan-Nya. Amin...!
Wallahu a'lam bish-shawabi. (www.risalahislam.com).*